Showing posts with label Aceh. Show all posts

BIG EVENT AEF 2018 FKIP UNSYIAH KEMBALI DIGELAR, APA SAJA RANGKAIAN ACARANYA?
SPN AEF 2018
Acehupdate.com- Darussalam, Unit kegiatan mahasiswa Lembaga Dakwah Fakultas Almudarris FKIP Unsyiah kembali melaksanakan Almudarris Education Fair (AEF) 2018. Acara yang akan diselenggarakan mulai 30 April – 5 Mei ini mengambil tema “Pendidikan Islami Wujudkan Generasi Gemilang Menuju Era Keemasan 2045”. 

Big Event tahunan dari LDF Almudarris ini memang telah dinanti-nanti mengingat AEF sepanjang perjalananya sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2011 telah mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan kajian-kajian seputar pendidikan islam di Aceh. Begitu pula di tahun 2018 kali ini, masih tentang pendidikan islam, acara utama AEF adalah Seminar Pendidikan Nasional yang menghadirkan praktisi pendidikan islam. Dipastikan ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia bapak Drs. H. Muhammad Zahri, M.Pd akan turut menjadi narasumber dalam seminar. “Alhamdulillah ketua JSIT Indonesia dipastikan hadir mengisi seminar. Sedangkan bapak wakil ketua komisi pendidikan DPR RI Drs. Abdul Fikri, M.M on confirmation” terang Edi Gunawan, ketua LDF Almudarris FKIP Unsyiah.

Pelaksanaan seminar ini dinilai pengamat dan praktisi pendidikan Aceh cukup penting ditengah berbagai permasalahan dunia pendidikan yang semakin jauh dari nilai-nilai moral. “Disaat permasalahan moral generasi bangsa cukup mengkhawatirkan, sekolah islam terpadu dengan kurikulum dan komitmenya pada nilai-nilai islam telah memberikan solusi terhadap perbaikan moral” ujar Mujaddid Kepala Sekolah SMPIT Nurul Fikri Aceh. 

Seminar pendidikan nasional rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 30 April 2018 di Aula FKIP Unsyiah mulai pukul 08.00 WIB-selesai. Pendaftaran dapat dilakukan via SMS/WA dengan cara ketik AEF18_SPN_NAMA_INSTANSI_NO HP kirim ke 0821-6507-6658. Biaya registrasi sebesar 20.000 dapat diserahkan pada hari pelaksanaan. Selain seminar, rangkaian acara lain yang akan diselenggarakan dalam AEF kali ini adalah lomba cerdas cermat sirah nabawiyah, lomba nasyid, lomba da’i cilik, lomba hafidz cilik, dan lomba menulis opini. Informasi resmi dapat diikuti melalui IG @almudarriseducationfair2018 "ungkap panitia pelaksana". (lip/rizki w)

Unsyiah Jadi Tuan Rumah RAPIMDA FSLDK Se-Aceh
Istimewa
Banda Aceh | Acehchannel.com - Universitas Syiah Kuala menjadi tuan rumah Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kamapus Daerah Aceh atau FSLDKD Aceh yang dijadwalkan pada Rabu (6/5) hingga Kamis (7/5) mendatang.

Baca Juga:

Ketua FSLDKD Aceh, Ridho Rahman kepada Acehchannel.com mengatakan bahwa RAPIMDA ini merupakan wadah koordinasi antar Lembaga Dakwah Kampus se-Aceh.

"Rapimda merupakan tempat koordinasi antar LDK se-Aceh", Ujarnya.

Ridho juga menambahkan, selain sebagai wadah koordinasi, RAPIMDA ini nantinya juga akan membahas isu-isu yang terjadi di Aceh.

"Rapimda juga sebagai tempat pengkajian isu seputar ke-Acehan hingga nantinya akan melahirkan beberapa rekomendasi untuk Pemerintahan Aceh kedepannya", tambah lelaki kurus tersebut.

Mengangkat tema "Sinergisitas Perjuangan dalam Menyongsong Kebangkitan Dakwah Demi Aceh Madani", RAPIMDA Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus Se-Aceh akan fokus pada perkembangan dakwah islamiyah di tingkat Mahasiswa khususnya, serta perkembangan dakwah bagi masyarakat Aceh pada umumnya.


Spanduk Tarmizi Karim Bertebaran di Kaki Seulawah
Spanduk Tarmizi Karim (Foto: Istimewa)
Sigli | Acehchannel.com - Publikasi berupa spanduk berisi dukungan untuk Balon atau Bakal Calon Gubernur Aceh, Tarmizi karim bertebaran di Seulawah, Aceh Besar.

Baca Juga:

Berdasarkan pantauan Acehchannel.com, spanduk bertuliskan Nama lengkap dan Foto Tarmizi karim tersebut terpampang disepanjang jalan Medan-Banda Aceh di kaki gunung Seulawah.

"Aceh butuh Bapak Ir. Tarmizi Abdul Karim, MSc, menjadi Gubernur Aceh 2017-2022," demikian tulisan dalam salah satu spanduk hasil pantauan Acehchannel.com pada Selasa, 19 April 2016.

Tarmizi Karim merupakan putra Lhoksukon, Aceh Utara yang telah lama berkecimpung dalam dunia birokrat. Ia pernah menjadi Bupati Aceh Utara, Pj. Bupati Aceh Utara, Pj. Gubernur Aceh, Pj. Gubernur Kalimantan Timur, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kemendagri, Irjen Kemendagri dan saat ini sebagai Pj. Gubernur Kalimantan Selatan. [fb]

Korban Selfie Di Pasie Saka Mahasiswa Unsyiah
Khairulia Layali (Foto: www.facebook.com
Banda Aceh | Acehchannel.comKhairulia Layali salah satu korban meninggal saat selfie di Pantai Pasie Saka, Minggu (17/4/2016) ternyata merupakan mahasiswa Universitas Syiah Kuala.

Baca Juga:

Khairulia Layali merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Prodi PPKN angkatarn 2013.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun telah berpulang ke rahmatulah, salah satu Kawan kita mahasiswi FKIP unsyiah prodi PPKN let 13 , khairuliya layali ..musibah ketika di sapu Ombak pada Tebing pasie saka, semoga Allah merahmati dan mengampuni Almh.. aminn", tulis Sibghatullah Arrasyid, Ketua BEM FKIP dalam satatus Facebooknya.

Hasil penelusuran Acehchannel.com di akun Facebook didapati beberapa ungkapan belasungkawa dari teman-temannya.

‎Diana Dau Tama,misalnya, ia menulis “Selamat jalan d uya sayang....janji^a mau bkar ayam lau krmah k2k ge..rpa^a tinggal rencna...innalillahi wa ina ilaihi raji^un.” tulis Diana.

Teman lainnya, Rita Kartyka juga menuliskan ucapan bela sungkawa.

"selamat jalan kakak, semoga tenang di alam sana,". [fb]


Nina Oktoviana, Polwan Cantik Polda Aceh Pengawal Jokowi
Nina Oktoviani (Kanan) dan Fransisca (Kiri). (Foto: www.lintasnasional.com)
Banda Aceh | Acechannel.com - Kedatangan rombongan Presiden Jokowi ke Aceh dalam rangka peresmian Bandara Rembel di Aceh Tengah dikawal ketat oleh aparat kepolisian, termasuk Nina Oktoviana, Polwan cantik Anggota Tim Teror Pengaman Presiden.

Baca Juga:

Pengalamannya tidak perlu diragukan lagi, Dara cantik kelahiran Aceh Besar 23 tahun silam ini pernah ditunjuk sebagai tim pengaman Pilkada Gubernur Aceh tahun 2014 silam.

Dalam perjalanannnya sebagai Polwan, Bripda Nina langsung diangkat menjadi anggota pasukan elit Satuan Gegana oleh Kepala Satuan Brimob Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Norman Widjajadi SIK karena ketangkasan dan kemampuan yang dimilikinya yakni, ahli menembak.
"Untuk jadi Polisi Wanita memang cita-cita dari kecil, tapi bergabung dengan pasukan elit Satuan Gegana tidak pernah saya bayangkan", ungkapnya saat berbincang bersama tribratanews.com, Senin 29 Februari 2016.

Mahasiswa Kecam Flavia Wakili Aceh di Miss Indonesia
Getah menggelar aksi di bundaran Simpang Lima, Banda Aceh. (Foto: www.kanalaceh,.com)
Banda Aceh | Acehchannel.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Penyelamat Marwah Aceh (GETAH) melakukan aksi menolak Flavia Celly Jatmiko, kontestan yang mewakili Aceh di ajang Miss Indonesia 2016.

Heri dan puluhan mahasiswa lainnya mendesak Pemerintah Aceh menindak tegas hal tersebut. Hal ini ungkapkan oleh Heri dalam orasinya pada Aksi Gabungan di Simpang Lima, Banda Aceh pada Selasa (23/2) siang.
"Aceh ini identik dengan syariat Islam, dan dia (Flavia) sama sekali tidak mencerminkan orang Aceh. Ajang itu pun tidak sesuai dengan syariat Islam dan budaya lokal di Aceh," ujar Heri Safrizal.
Lebih lanjut Heri menegaskan bahwa Flativa bukan orang Aceh.
"Kita mengecam meras si miss itu, apa pula dia bawa-bawa nama Aceh padahal dia bukan orang Aceh," teriak Heri Safrizal selakau koordinator aksi dalam orasinya seperti dikutip dari Serambi Online.
[#]

GETAH Tolak Penyelenggaraan Miss Indonesia 2016
Flavia Celly Jatmiko. (Foto: www.aktualita.co)
Acehchannel.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Penyelamat Marwah Aceh atau GETAH menyatakan menolak penyelenggaraan Miss Indonesia 2016. Bahkan mereka berencana akan menggelar Aksi besar pada Selasa siang (23/2), besok.

Baca Juga:

Penolakan ini didasarkan pada keikutsertaan Flavia Celly Jatmiko yang mewakili Aceh pada Miss Indonesia 2016 tersebut.
"Karena telah mencedrai marwah Aceh dengan keikutsertaan-nya (Flativa -RED) perwakilan yang sebenarnya bukan orang Aceh, namun mengatasnamakan Srikandi Aceh", tulis akun resmi Bem unsyiah sebagai otak aksi besok yang rencananya akan dilakukan di Simpang Lima, Banda Aceh.
Seperti diketahui Flavia Celly Jatmiko memang tidak memiliki latar belakang Aceh, baik asal daerah maupun riwayatnya tidak pernah tinggal di Aceh.

Anehnya, GETAH bukannya menuntut agar Flavia Celly Jatmiko mundur dari perwakilan Aceh di ajang Miss Inodnesia 2016 ini, tetapi mereka menolak penyelenggaraan Miss Indonesia 2016. Tentunya ini sedikit berlebihan. [*]

Keadaan sawah yang terendam banjir di Bireun. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Bireun | Acehchannel.com - Hujan deras yang melanda di hampir seluruh daerah di Provinsi Aceh mengakibatkan banjir bandang di sejumlah kecamatan. Di Aceh Timur, 11 kecamatan terendam banjir akibat hujan deras tersebut.

Baca Juga:

Sementara itu, ratusan hektar sawah di Kabupaten Bireun terndam banjir akibat hujan deras yang mengguyur kecamatan tersebut selama sepekan terakhir.

Pantauan Acehchannel.com, areal persawahan yang terendam banjir tersebut meliputi kecamatan Peusangan, Kecamatan Padrah dan Simpang Mamplam. Banjir yang melanda areal persawahan tersebuh mencapai ketinggian antara 30-60 cm atau diatas lutut orang dewasa.

KAMMI Aceh Tengah Pilih Ketua Baru
Mukhlisin, ketua umum KAMMI Aceh Tengah terpilih (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Takengoen | Acehchannel.com – Mukhlisin resmi terpilih sebagai ketua Umum Kammi Komesariat Aceh Tengah setelah melalui sidang umum pergantian pengurus selama dua hari satu malam, sejak sabtu (30/1) kemaren.

Baca Juga:

Mukhlisin mengaku berkomitmen dan siap mengemban amanah yang telah dipercayakan kepadanya tersebut.

“Insya Allah saya pribadi siap mengembannya, dengan bantuan rekan-rekan sekalian,” ungkap Mukhlisin dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai Ketua umum KAMMI Komisariat  Aceh Tengah yang baru seperti dikutip dari Lintasgayo.co.

Mantan ketua umum Kammi Aceh tengah, Irwanto juga memiliki harapan yang besar kepada Mukhlisin sebagai ketua terpilih.

“Dapat lebih baik dari kepengurusan kami sebelumnya. Semoga pada masa kepemimpinan ini merupakan masa keemasan KAMMI di Aceh Tengah.” Ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Lintasgayo.co.

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Pidie
Ilustrasi. (Foto: www.google.co.id)
Sigli | Acehchannel.com - Pelaksanaan kewajiban membayar pajak merupakan bentuk partisipasi langsung masyarakat Indonesia dalam membangun negaranya, khususnya aceh. Di Aceh 30 persen penerimaan dikembalikan ke kabupaten atau Kota.

Baca Juga:

Jika kamu ingin membayar pajak di Kabupaten Pidie, beberapa alur yang harus kamu tempuh adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan bahwa kamu membawa fotocopi ktp atau KK, STNK dan surat keterangan bayar pajak berjalan atau tahun sebelumnya.
  2. Jika semua persyaratan terpenuhi, segera daftarkan diri anda untuk membayar pajak di Loket 1 atau loket pendaftaran.
  3. Jika kendaraan mu masih baru (1-5 umur pakai), maka loket 2 atau loke cek fisik kendaraan dapat kami lewatkan.
  4. Sekarang kamu ada di loket 3, disini kamu akan diminta menyerahkan semu berkas yang kamu peroleh di loket pertama untuk diproses.
  5. Diloket 3 atau loket penetapan tidak berlangsung lama, kurang dari 5 menit kamu akan dipanggil dan diarahkan ke loke 5 atau kasir untuk melakukan pembayaran.
  6. Aneh memang, setelah kamu melakukan pembayaran di loket 5 yang merupakan loket terakhir, kamu akan diarahkan kembali ke loket 4 atau loket penuerahan untuk diserahkan kembali bukti pembayaran. Tentunya telah diperpanjang selama 1 tahun.
  7. Terakhir, kamu akan kembali ke loket pertama untuk di Stempel dan di tandatangani bukti pembayaran pajak yang telah kamu bayar untuk setahun kedepan.
Ayo bayar pajak untuk kemajuan Indonesia.

Prediksi, 3 Nama Ini Akan Jadi Wakil Hasrizal di Bem Unsyiah
Dari kiri ke kanan, Heri Safrijal, Aditya Gunawan dan Suci Iman Akbar. (Foto: Istimewa)
Banda Aceh | Acehchnnel.com - Kemenangan telak Hasrizal sebagai Ketua Bem Unsyiah atas calon lainnya pada Pemira Unsyiah 2015 tentu bukan lagi menjadi rahasia umum. Ibarat sebuah negara (dalam hal ini Bem Unsyiah -RED) tentu Hasrizal harus membentuk sebuah struktur kaninet untuk menjalankan fungsinya sebagai sebuah negara dalam lingkup kecil.

Baca Juga:

Struktur tersebut meliputi Wakil serta beberapa Menteri yang akan mengisi kabinet Hasrizal (mungkin sesuai slogan-nya pada masa kampanye , Kabinet Unsyiah Gemilang). Berikut beberapa nama yang diprediksi akan menemani Hasrizal sebagai Wakil Ketua Bem Unsyiah.

1. Heri Safrijal

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah ini diprediksi sebagai salah satu calon yang diprediksi akan menjadi Wakil Hasrizal di Bem Unsyiah. Seringnya Heri Safrijal menjadi koordinator aksi dan mengisi halaman utama Koran Serambi Indonesia untuk menyuarakan aspirasi masyarakat menjadi salah satu pertimbangannya. Pengalamannya sebagai Sekretaris Jenderal Kammi Banda Aceh tentu menjadi nilai tambah tersendiri.

2. Aditya Gunawan

Berasal dari fakultas yang sama dengan Hasrizal, Fakultas Hukum Unsyiah tentu memiliki ikatan emosi yang lebih dibanding calon-calon lainnya. Seringnya terjadi diskusi antara Hasrizal dan Aditya (Masih dalam tahap kemungkinan, nanti kami klarifikasi kalau memang tidak), baik diruang kelas maupun ditempat lain tentu menjadi sebuah pertimbangan. 

Apalagi Aditya ikut berparsipasi dalam Pemira Unsyiah 2015 sebagai calon Ketua Bem nomor urut 1 (Ralat: Nomor Urut 2) dan berhasil keluar sebagai Calon dengan suara terbanyak kedua setelah Hasrizal. Tentu menjadi sebuah awal yang baik jika dua kubu ini berkoalisi.

3. Suci Iman Akbar

Pernah satu tim di Bem Unsyiah 2015 sebagai wakil menteri Polhukam mendampingi Hasrizal yang saat itu menjabat sebagai Menteri Polhukam tentu menjadi sebuah pertimbangan. Akankah kerjasama tim ini kembali berlanjut di Bem Unsyiah 2016 ? 

Anonymous 4:08 PM
MPP Al-Ihsan, Muhammad Yunus Terpilih Sebagai Ketua Umum
Foto bersama keluarga besar Al-Ihsan. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Darussalam | Acehchannel.com  – Muhammad Yunus resmi menjadi ketua umum Lembaga Dakwah Kampus Al-Ihsan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala untuk periode 2016-2017 menggantikan safullah yang habis masa jabatannya pada Jum’at, 1 Januari 2015.

Baca Juga:

Terpilihnya Yunus sebagai ketua umum pada Musyawarah Pergantian Pengurus (MPP) LDK Al-Ihsan yang dilaksanakan pada Sabtu (2/1) pagi di gedung MPR Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala tersebut berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat.

“Keputusannya berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat. Tentunya dengan berbagai pertimbangan”, ujar Saifullah kepada awak media.

Sementara itu, dalam sambutannya pasca terpilihnya sebagai ketua umum, Muhammad Yunus mengatakan komitmennya untuk membangun LDK Al-Ihsan ke arah yang lebih baik.

“Saya berkomitmen untuk membangun LDK Al-Ihsan ke arah yang lebih baik kedepannya. Hal ini sesuai dengan misi saya untuk mengwujidkan LDK Al-Ihsan sebagai pusat, pergerakan, pembinaan, pengkaderan, pengkajian, pelayanan, dan koordinasi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala”, ujar mahasiswa Jurusan Perternakan angkatan 2014 tersebut.

Selain pemilihan ketua baru, serangkaian kegiatan MPP LDK Al-Ihsan lainnya seperti Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kepengurusan tahun sebelumnya serta temu ramah dengan Alumni LDK Al-Ihsan. []

Via Operator, PEMKO Banda Aceh Instruksikan Masyarakat untuk Tidak Rayakan Tahun Baru
Pesan singkat untuk tidak merakayan tahun baru dari walikota Banda Aceh. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Banda Aceh | Acehchannel.com - Informasi untuk tidak merakan tahun baru 2016 masehi dalam bentuk apapun sebelumnya memang sudah beredar di media-media, terutama media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lain sebagainya.

Baca Juga:

Baru-baru ini, Pemerintah Kota Banda Aceh beserta Forkopimda memperkuat himbauan untuk tidak merayakan tahun baru dalam bentuk apapun menggunakan operator-operator seluler. Himbauan dikirim melalui pesan singkat, sms kepada masyarakat.
"Walikota Banda Aceh beserta Forkopimda menghimbau seluruh warga kota agar tidak merayakan malam tahun baru 2016 M dalam bentuk apapun. Demikian dan terimakasih", tulis pesan tersebut dari PEMKO BNA.

Din Minimi Pulang
Nurdin bin Ismail alias Din Minimi . (Foto: Harian Aceh)
Idi | Acehchannel.com - Nurdin bin Ismail alias Din Minimi dikabarkan telah kembali kerumahnya pada senin (28/12) malam seusai magrib.

Baca juga:

Seperti dilansir dari Serambi Indonesia, informasi tentang kembalinya Din Minimi diperoleh dari Yusri, Keuchik Gampong Ladang Baro, Kecamatan Juluk, Aceh Timur.
"Benar bang Din sudah kembali ke rumahnya di Gampong Ladang Baro seusai magrib Seni malam," kata Keuchik Yusri.
Namun keuchik tersebut mengaku tidak tahu siapa saja selain Din Minimi yang pulang dan bermalam dirumah panggung berkondisikan kayu itu.
"Yang saya tahu Bang Din sudah pulang, namun anggotanya yang lain saya tidak tahu kemana mereka sudah beristirahat. Saat mereka plang saya sudang Takziah di Gampong sebelah," ujarnya.
*[FAI]
 

SMA N 1 Bandar Baru Banjir, Bapak Guru Tolong Hubungi BPBD
SMA Negeri 1 Bandar Baru dilanda banjir. (Foto: www.facebook.com)
Meureudu | Acehchannel.com - Banjir bandang yang menimpa wilayah Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru akibat meluapnya air sungai semakin parah. Akibatnya, SMA Negeri 1 Bandar Baru pun ikut terendam, bahkan airnya semakin meningkat 10 jam yang lalu, Minggu Malam (27/12).

Baca Juga:

Banjir yang menimpa mencapai 30 centimeter atau setinggi lutut. Hal ini menyebabkan heboh dimedia sosial, terutama di Facebook.

Bahkan, salah seorang guru senior yang mengajar di sekolah tersebut sempat minta tolong melalui statusnya untuk menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menangani banjir tersebut.
"Tolong... tolong... tolong. SMA Negeri 1 Bandar Baru banjir lagi, lebih parah dari tadi pagi. Kepada warga Lueng Putu hati-hati dan tetap waspada. Yang tau nomor BPBD tolong hubungi. Air sungai meluap lagi", tulisn Bakhtiar melalui akun facebook pribadinya.

Lahirnya Legislator Muda Aceh
Training Legislatif 2015. (Foto: Ivana Maulidia)
Darussalam | Acehchannel.com - Kampus sebagai miniatur negara menjadi tempat pembelajaran sistem-sistem pemerintahan yakni melalui lembaga mahasiswa seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Masih terasa suasana Pemilihan Raya Universitas Syiah Kuala beberapa hari lalu, telah terpilih Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan 33 perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas yang akan segera melanjutkan tonggak eksekutif dan legislatif di Unsyiah.

Baca Juga:

Banyak orang menganggap bahwa badan eksekutif memiliki bargaining tinggi dan peran yang sangat penting pada pemerintahan, tetapi sebenarnya peran lembaga legislatif pun tidak kalah pentingnya. Mengingat bahwa tidak semua fakultas di lingkungan Unsyiah maupun universitas lain memiliki kurikulum yang mengajarkan sistem kenegaraan, maka dari itu Anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unsyiah 2015 berinisiatif untuk mengadakan Training Legislatif 2015.

Acara Training Legislatif ini dilaksanakan pada Minggu, 27 Desember 2015 di Multi Purpose Room (MPR) Pertanian Unsyiah. Dengan mengangkat tema "Membangun Semangat Legislator Muda Aceh" diharapkan para peserta memahami peran dan fungsi Lembaga Legislatif di wilayah kampus maupun Lembaga Legislatif di Indonesia sehingga dapat menggunakan perannya dengan baik. Sekitar 30 peserta yang berasal dari Unsyiah dan luar Unsyiah antusias mengikuti acara.

Training Legislatif ini mendatangkan pemateri-pemateri yang memiliki track record di lembaga legislatif. Mustaqim Ibrahim, yang mempresentasikan materi Peran dan Fungsi Lembaga Legislatif merupakan salah satu pentolan Majelis Perwakilan Mahasiswa Unsyiah. Adapun pemateri kedua yaitu Nourman Hidayat, yang kemudian menjelaskan Tata Cara Penyusunan Undang-undang.
"Melihat antusias peserta disini yang banyak melontarkan pertanyaan berbobot sudah cukup menjelaskan bahwa Anda semua memuliki pemikiran yang cerdas, semoga bisa semakin berkembang", ujar seorang advokat yang pernah menduduki kursi panas sebagai Anggota Legislatif Aceh ini. 

Sesi ketiga, peserta mendapat suntikan materi terkait Tata Cara Persidangan oleh Sekjen Majelis Permusyawaratan Mahasiswa sekaligus Ketua KPR Unsyiah 2014, Yulifhirmarijal dan diakhiri dengan simulasi persidangan. Peserta sangat antusias mengikuti rangkaian acara Training Legislatif ini.
"Kegiatan ini merupakan gebrakan baru dari DPM Unsyiah 2015 sebagai pencerdasan terhadap mahasiswa terkait lembaga legislatif kampus, semoga kepengurusan DPMU kedepan bisa lebih baik dan sinergi membangun Unsyiah.", kata Delia, Ketua Komisi A DPM Unsyiah yang menjadi Ketua Panitia pada kegiatan Training Legislatif ini.
*[CSM]

Design bus transjakarta dan halte khusus. (Foto: Beritakita.com)
Banda Aceh | Acehchannel.com - Peresmian Trans Koetaraja akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini dikatakan oleh Walikota Banda Aceh, Illiza S. Djamal pada Semiar Nasional 'Pembangunan Berkelanjutan Dalam Rangka Peringatan Tsunami' di AAC Dayan Dawood Unsyiah pada Sabtu (26/12) tadi pagi.

Baca Juga:

Meski sempat menuai polemik di media-media online maupun cetak, Angkutan Umum Trans Koetaraja akan tetap dioperasikan.
"Untuk tahap awal, kita rencanakan akan beroperasi dua unit terlebih dahulu", ujar Illiza dalam presentasinya.
Illiza juga menyinggung bahwa akan meng-gratiskan biaya Trans Koetaraja untuk siswa-siswi Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.
"Akan kita gratiskan untuk siswa-siswi SD, SMP dan SMA. Merekat tidak perlu bayar, bebas mau kemaja saja", ujarnya yang disambut tepuk tangan dari peserta yang memadati gedung.
Smentara untuk mahasiswa, biaya transportasi Trans Koetaraja tetap berlaku, namun tidak dalam jumlah yang banyak, hanya Rp. 30.000,- perbulannya.
"Untuk mahasiswa belum bisa kita gratiskan. Cuma bayar tiga puluh ribu perbulannya, terserah mereka mau kemana", timpalnya. 

11 Tahun Tsunami, Unsyiah Naikkan Bendera Setengan Tiang
Gedung rektorat Unsyiah dengan bendera setengah tiang. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Darussalam | Banda Aceh - Aceh berkabung dalam kesedihan. Kira-kira begitulah kata yang tepat di ucapkan jika kita mengingat peristiwa yang menimpa Aceh sebelas tahun yang lalu, Gempa dan Bencana Tsunami.

Baca Juga:

Pun begitu yang dirasakan oleh segenap keluarga besar Civitas Akademika Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Demi mengenang 11 tahun Tsunami yang menimpa Aceh, Unsyiah mengibarkan bendera setengah tiang.

Pengibaran bendera setengah tiang ini terlihat di depan Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala pada Sabtu (26/12). Amatan Acehchannel.com, aktivitas akademik di lingkungan Unsyiah sepi, begitupun suasana gedung rektorat, sepi.

Banda Aceh ; Acehchannel.com - Dukungan untuk Hasrizal, Calon Ketua BEM Nomor urut 5 kini datang dari berbagai belahan dunia. Mulai dari timur hingga barat, dari Asia, Afrika hingga Eropa. Dari Jepang, Malaysia, Sudan hinngga Kroasia.

Baca Juga:

Berikut beberapa buki dukungan yang datang dari berbagai belahan dunia tersebut:

1. Dukungan Dari Jepang

Dukungan Dari Jepang
Bukti dukungan dalam bahasa Jepang. Langsung dari Jepang. (Foto: Zahraturrahmi)

2. Dukungan dari Kroasia, Eropa

Dukungan dari Kroasia
Bukti dukungan dari Kroasia, Eropa. (Foto: Zahraturrahmi)

3. Dukungan dari Sudan, Afrika

Dukungan dari Sudan, Afrika
Dukungan Langsung dari Sudan, Afrika. (Foto: Zahraturrahmi)

4. Dukungan dari Negara Tetangga, Malaysia

Dukungan dari Negara Tetangga, Malaysia
Dukungan dari Rumah Tahfiz Al-Qur'an, Malaysia. (Foto: Zahraturrahmi)

Pemira 2015, Sekum DPM-U: Mahasiswa Harus Cerdas Mimilih
Saifullah, Sekretaris Umum DPM Universitas Syiah Kuala. (Foto: Acehchannel.com)
Banda Aceh ; Acehchannel.com - Mahasiswa harus cerdas dalam memilih pemimpin dalam Pemira Unsyiah 2015 yang akan berlangsung pada Selasa (22/12) mendatang, dengan memperhatikan rekam jejak dan track recordnya.
"Mahasiswa sebagai sosok agen perubahan harus cerdas dalam memilih calon pemimpin dalam Pemira 2015 ini. Hal itu penting untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas untuk unsyiah," ujar Saifullah kepada Acehchannel.com pada Sabtu (19/12), usai debat kandidat Calon Ketua BEM Unsyiah di Lapangan Tugu Darussalam.

Baca Juga:

Menurut Saifullah, dalam memilih ketua BEM, pemilih harus memperhatikan bibit dan bobot calonnya tanpa ada doktrin dan paksaan.
"Pemilih harus memperhatikan bibit dan bobot calon yang akan dipilih, tanpa ada doktrin dan paksaan dari pihak lain," lanjutnya.
Saifullah juga menambahkan, bahwa siapapun yang menang nantinya, BEM Unsyiah sangat berpengaruh untuk unsyiah yang lebih baik.
"BEM Unsyiah sangat berpengaruh untuk Unsyiah yang lebih baik. Bukankah mahasiswa kaum intelektual?," timpalnya. 
Powered by Blogger.