Akhir Maret, Babe Cabita Stand Up di Unsyiah
Akhir Maret, Babe Cabita Stand Up di Unsyiah
Banda Aceh - Kabar gembira! Buat kamu yang suka dengan hiburan dan stand up comedy, karena akhir maret ini Babe Cabita akan menghibur kamu-kamu semua dalam ajang Stand up Night Banda Aceh.

Acara yang akan berlangsung di gedung AAC Dayan Dawoon ini, selain dimeriahkan oleh Babe Cabita sebagai tokoh 'comic' utama kamu juga akan dihubur oleh comic-comic andalan lokal yang tergabung dalam 10 Comic Stand Up Indo BNA.

Selain itu, acara Stand up Night Banda Aceh yang akan digelar pada 28 Maret 2015 mendatang ini nantinya juga ada persembahan Special Accoustic Performa yang akan dibawakan oleh Highschool Project.

Mengangkat tema "A Belated 3rd Aniversary Celebration", Acara yang nantinya akan berlangsung pada pukul 20.00 WIB ini di sponsori oleh Ayam Lepas Banda Aceh.

BEM Unsyiah Lakukan Sosialisasi Pertukaran Pemuda Antar Negara
BEM Unsyiah Lakukan Sosialisasi Pertukaran Pemuda Antar Negara. Foto: Suci Ramadhan
Banda Aceh - Gedung Flamboyan AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala menjadi saksi diselenggarakannya acara Sosialisasi Pertukaran Pemuda Antar Negara atau PPAP. Acara yang diselenggarakan oleh BEM Unsyiah ini mendapat respon yang bagus dari pemuda-pemudi Aceh, terutama mahasiswa yang ada di Banda Aceh.

Syahrial, alumni UIN Ar-Raniry yang pernah mengunjungi Australia dalam program Australia-Indonesia Youth Exchange Program atau AIYEP yang menjadi salah satu pemateri dalam Acara ini sempat menceritakan beberapa kegiatan yang ia lakukan dalam program tersebut selama di Australia.

"Ada berbagai macam kegiatan disana, ada jalan-jalan, kunjungan ke berbagai Instansi dan lain sebagainya", ujarnya.

Syahrial juga menambahkan, selain kegiatan diatas mereka juga memperkenalkan berbagai budaya yang ada di Indonesia, khususnya Aceh dengan menampilkan beberapa tarian khas Aceh seperti Likok Pulo.

Menurut Ade Fahmi, ketua panitia PPAN mengatakan kepada AcehChannel.com bahwa kegiatan ini merupakan sebagai bentuk kepedulian BEM Unsyiah dalam mensosialisasikan berbagai peluang untuk keluar negeri.

"Ada berbagai cara kita bisa ke luar negeri, cuma terkadang banyak mahasiswa tidak tahu atau ketinggalan informasi", ujarnya beberapa saat setelah selesai acara.

Acara yang berlangsung tadi pagi, 14 Maret 2015 ini di hadiri kurang lebih 400 mahasiswa yang terdiri dari berbagai Universitas yang ada di Banda Aceh.

Pusat Bahasa Unsyiah Berbenah, Pendaftaran TOELF Sekarang Bisa Online
TOEFL. Foto: www.kstvs.com
Banda Aceh - Kamu mahasiswa tingkat akhir yang hampir setiap hari bahkan selalu di sibukkan dengan Skripsi, Tugas Akhir dan sebagaiman? Sehingga aktifitasmu tersebut membuat kamu tidak bisa atau tidak punya waktu sedikitpun untuk mengunjungi Pusat Bahasa Universitas Syiah Kuala untuk mendaftar TOEFL? Tenang, mulai tanggal 9 Maret 2015 kemaren, Pusat Bahasa Universitas Syiah Kuala sebagai basis TOEFL telah membenahi sistem pendaftarannnya.

"Mulai tanggal 9 Maret 2014, Pusat Bahasa Unsyiah telah memberlakukan sistem online pada proses pendaftarannya, hal ini akan memudahkan mahasiswa untuk tidak perlu antri lagi saat pendaftaran", demikian tulis salah satu situs kampus, iloveunsyiah.blogspot.com

Mahasiswa yang ingin melakukan pendaftaran tes TOEFL di lingkungan Universitas Syiah Kuala dapat mengakses situs resmi Pusat Bahasa, http://pusatbahasa.unsyiah.ac.id/

Memang, saat ini syarat untuk lulus dari Unsyiah mahasiswa harus memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimal 475 dan ini akan terus bertambah.

"Saat ini kami masih 475, kemungkinan kalian yang angkatan 2012 akan meningkat menjadi 500", ujar Azwar M. Jafar, Mantan Sekretaris Jenderal BEM Unsyiah beberapa waktu lalu pada AcehChannel.com.

[Vedeo] Antipasi Curanmor, BEM Unsyiah Buat FGD
Foto: Bem Unsyiah
Banda Aceh - Semakin banyaknya kasus pencurian sepeda motor diwilayah kecamatan Syiah Kuala terutama di lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala membuat was-was sebagian besar mahasiswa.

Foccus Group Discussion atau biasa disingkat dengan FGD ini mengangkat tema Unsyiah Darurat Curanmor yang dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (BEM Unsyiah) pada Selasa, 12 Maret 2015 di Gelanggang Mahasiswa menghadirkan Kapolsek Syiah Kuala, Yunus Hariadi.

Menurutnya meraknya curanmor yang terjadi di Banda Aceh khususnya Syiah Kuala disebabkan oleh beberapa hal, seperti tertinggalnya kunci dan lain sebagainya.

"Ada benyak sekali penyebab terjadinya pencurian sepeda motor di daerah kita, yang paling sering akibat kunci yang tertinggal di sepeda motor", ujarnya

Untuk kasus semacam ini, polsek Syiah Kuala mengharapkan korban untuk melapor ke polsek setempat untuk diproses secara cepat. Hal ini akan mempermudah pihak kepolisian untuk melakukan antisipasi dan pencarian.

Sedangkan dari BEM Unsyiah sendiri, mengantisipasi berbagai bentuk curanmor yang terjadi dilingkungan unsyiah, pihak bem telah menyebarkan poster-poster kepada mahasiswa untuk menggunakan kunci ganda pada sepeda motor saat di parkir.

"Dari BEM sendiri, sudah membuat poster himbauan kepada mahasiswa semua untuk menggunakan kunci ganda pada sepeda motornya", ujarnya kepada wartawan Detak.

Berikut vedeo FGD tersebut yang berhasil diliput oleh Detak-TV kemaren.

Sumber: www.youtube.com

Kita Lihat, Sejauh Mana Komitmen Jokowi Bangun Sabang
Presiden Jowo Widodo dalam kunjungannya ke pelabuhan bebas Sabang. Foto: Serambi Indonesia
Banda Aceh - Dua hari yang lalu, Presiden Republik Indonesia Blusuan ke Aceh dalam rangka kunjungan kerja kepresidenan. Dalam kunjungannya yang pertama kali ke Aceh setelah menjabat sebagai RI 1, Presiden Joko Widodo memberi harapa lebih untuk Rakyat Aceh, khususnya Sabang. Jokowi mengatakan Komit untuk membangun Sabang.

Berbicara komitmen, ada banyak sekali komitmen-komitmen yang disampaikan oleh Jokowi sebelum mengunjungi Aceh, bahkan sebelum menjabat sebagai orang nomor satu Indonesia. Saat masih menjadi gubernur Jakarta, Jokowi menyatakan komitmennya untuk membangun monorel yang katanya untuk mengurangi atau mengatasi macet yang sudah terlalu parah di Ibukota. Bahkan jauh sebelum itu, saat masih mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, Jokowi juga mengatakan komitmennya untuk menanggulangi banjir di Jakarta. Eh... beberapa bulan setelah dilantik Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta turun langsung ke gorong-gorong untuk melihat saluran air penyebab banjir.

Dalam koran Serambi Indonesia edisi hari ini, Rabu 11 Maret 2015, Joko Widodo mengaskan beberapa hal dan komitmennya untuk Sabang. Berikut beberapa penegasan Jokowi untuk Sabang:

  1. Komit menjadikan Sabang sebagai basis pelabuhan Internasional 
  2. Pemenrintah daerah, termasuk Wali Kota Sabang diminta segera mengindentifikasi berbagai kekurangan sekaligus mengindentifikasi izin agar bisa terlaksana secepatnya
  3. Bila data-data dan kekurangan sudah jelas dan izin sudah diindentifikasi maka segera diproses apa yang dibutuhkan segera dimulai untuk pembangunan pelabuhan bebas Sabang
  4. Akan mengundang Wali Kota Sabang secara khusus membicarakan masalah pelabuhan dan wisata Sabang
  5. Waduk Paya Seunara harus segera difungsikan antara lain sebagai pemasok kebutuhan air minum masyarakat.
  6. Embung Paya Seunara belum bisa ditutup karena masih ada 200 kepala keluarga yang lahannya belum dibebaskan. Masyarakat tak ada masalah dengan pembebasan lahan dan sudah diputuskan Pemda sanggup selesaikan, anda anggarannya yang penting selesai.
Yang menjadi pertanyaannya adalah seberapa jauh atau seberapa besar komitmen jokowi terhadap gagasan-gagasan yang diungkapkannya itu. Apa hanya sebagai pemanis atau pencitraan yang kemudian dijadikan harapan semu seperti yang sudah terjadi di Ibu kota? Mari kita lihat.
Powered by Blogger.