Banda Aceh ; Acehchannel.com -  Seiring perkembangan zaman yang semakin hari semakin maju dan meningkat, banyak permainan-permainan kreatif masa lalu yang kini terlupakan dan diganti dengan permainan-pemaninan modern yang menoton, seperti gadget dan XBox.

Baca Juga:

Beberapa permainan-pemainan kreatif yang hanya kamu temui antara tahun 90-an hingga 2005 antara lain sebagai berikut:

1. Engklek

Engklek
Beberapa anak kecil terlihat sedang menunggu gilirilan sembari menyaksikan temannya bermai. (Foto: FACEBOOK)
Permainan ini melatih ketangkasan dan kesabaran. Jika teman kamu terlalu pintar dalam bermain. maka jadilah penonton yang budiman sembari barsabar. Permainan ini juga melatih tingkat akurasi lemparan yang harus kamu lakukan sebelum memulai permainan. Papan main berbentuk kubus harus kamu lewati untuk mencapai satu poin.

2. Meriam Suluh

Bahasa Acehnya, Meriam suluh
Beberapa orang anak teihat antusias meniup dan membakar Meriam suluh (Foto: FACEBOOK)
Permainan yag satu ini sudah sangat jarang ditemui. Tetapi di beberapa daerah masih sangat kental dan akrab dengan permainan yang satu ini, sebut saja di Pidie, Aceh. Biasanya Meriam Suluh mulai muncul ketika bulan puasa tiba dan puncaknya di malam lebaran. Antara satu desa dengan desa lainnya saling berlomba seberapa besar letusan yang dihasilkan untuk sekali pembakaran. Walaupun tidak dalam bentuk perlombaan resmi. Tidak pelak, alis pun ikut terbakar jika kamu kurang hati-hati. Saat ini permainan Meriam suluh sudah jarang kita jumpai dan kalaupun ada, bahan bakaranya sudah beralih dari Bensin menjadi karbit.

3. Bahasa Acehnya, "Bude Trieng"

Bahasa Acehnya, "Bude Trieng"
Dua orang anak sedang mengepung Musuh (Foto: FACEBOOK)
Secara pribadi, saya salut apabila pengguna senjata rakitan yang satu ini bisa akurat. Karena memang pada dasarnya senjata ini pada dasarnya tidak pernah akurat dan jarah tempuh pelurunya pun hanya mencapat 5 meter. Menggunakan peluru yang diperoleh dari alam, senjata ini memang ramah lingkungan.

Nah... itulah beberapa permainan masa kecil kamu yang tidak kamu temui lagi saat ini. Simak permainan-permainan masa kecil lainnya yang sudah langka di Postingan selanjutnya ya.

BANDA ACEH ; Acehchannel.com - Kericuhan yang terjadi saat Unsyiah Fair 10 beberapa waktu lalu menimbulkan polemik hingga kini di Unsyiah. Hingga kini beberapa versi penyebab kericuhan bermunculan. Mulai dari kesalahan pantia hingga kericuhan ini memang sudah direncanakan.

Baca Juga:

Beberapa waktu yang lalu Acehchannel.com telah memuat berita 'Video' terkait kericuhan tersebut. Berikut video lanjutannya. Selamat menikmati, dengarkan dan pahami! Tarik kesimpulan mualai dari mereka beretorika hingga nada suara yang dikeluarkan. Apakah sudah sesuai dengan kaidah mahasiwa?

Tulisan 'Anti LDK' Muncul di Kampus Pertanian Unsyiah
Tulisan 'Anti LDK' Muncul di Kampus Pertanian Unsyiah (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Darussalam ; Acehchannel.com - Tulisan 'Anti LDK' Muncul di Kampus Pertanian Unsyiah pada Selasa pagi (17/11). Tulisan tersebut tepatnya ditempel di musalla dan post masuk Fakultas Pertanian Lama. Amatan Acehchannel.com, hingga Minggu (22/11) tulisan tersebut masih tertempel ditempat semula.

Baca Juga:

Gambar tersebut dengan cepat tersebar dikalangan mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Pertanian melalui media sosial seperti Whatsapp, Facebook dan Blackberry Massager.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab terkait tempelan tersebut.

Zaini Abdullah: Prestasi Jangan Hanya Dari Akademik
dr. Zaini Abdullah, Gubernur Aceh periode 2012-2017 (Foto: Kompasiana)
Banda Aceh; Acehchannel.com - Pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) yang ke XIV tahun 2015 yang berlangsung di Lapangan Mini Universitas Syiah Kuala (14/11) turut di hadiri sejumlah pejabat-pejabat penting negara. Gubernur Aceh, dr, Zaini Abdullah juga turut mengadiri pembukaan POMNAS 2015 dan memberikan kata-kata sambutannya.

Baca Juga:

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh yang akan berakhir masajabatannya pada 2017 mendatang tersebut mengucapkan selamat datang kepada seluruh Kontingen ke Aceh.
"Selamat datang di Aceh. Anggaplah seperti rumah sendiri", ujar Zaini.
Dalam sambutannya, Zaini juga mengharapkan kepada seluruh generasi muda para mahasiswa, khususnya Aceh untuk tidak hanya berprestasi di bidang akademik. tetapi juga merambah ke bidang-bidang lain seperti olahraga.
"Prestasi tidak hanya harus di bidang akademik, bidang-bidang lain seperti olahraga juga patut kita banggakan", tutupnya.

Pembukaan POMNAS XIV 2015 Meriah
Suasana Pembukaan POMNAS XIV 2015 di Stadion Mini Unsyiah. (Foto: Dokumentasi Pribadi)
Banda Aceh; Acehchannel.com - Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional yang ke 14, resmi dibuka tadi pagi (14/11) oleh Menteri Kemenristek, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak. Pembukaan POMNAS XIV 2015 ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah maupun nasional, seperti Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Anggota DPRA maupu Anggota DPR-RI.


Baca Juga:


Sejumlah pertunjukan diperlihatkan dalam gelaran POMNAS kali ini. Diawali dengan penampilan Marching Band, opening ceremony POMNAS ditutup dengan penampilan tarian kolosal Aceh dan Rampai Geleng yang dimainkan secara bersamaan.

Dalam sambutannya, Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak juga sempat menganahkan kepada seluruh Kontingen dari berbagai daerah yang ada di Indonesia untuk berkompetisi dengan sportif serta memamfaatkan momentum POMNAS ini sebagai sarana silaturrahmi.
"Mari, jadikan momentum POMNAS ini sebagai ajang penghubung silaturrahmi, antara mahasiswa-mahasiswi seluruh Indonesia", Tutupnya sesaat sebelum meresmikan Pembukaan POMNAS XIV 2015.
Sementara Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan bahwa prestasi tidak hanya dari segi akademik saja, juga bisa melalui kegiatan-kegiatan olahraga.
Powered by Blogger.